Jumat, 11 April 2014

Suka Dan Tidaksuka Mengenai Universitas Gunadarma

Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh.
Pada tulisan kali ini, saya ingin menulis tentang suka dan tidak sukanya saya mengenai Universitas Gunadarma.

Selama kuliah di Universitas Gunadarma saya tidak hanya belajar di satu gedung kampus, melainkan di berbagai gedung kampus yang tersebar di Bekasi dan Jakarta. Gedung kampus yang pertama kali saya ketahui adalah kampus J1 yang terletak di Kalimalang. Pada tulisan kali ini, saya akan membahas suka dan tidak sukanya saya mengenai Universitas Gunadarma mulai dari kampus J1, J4, J3, dan J5. Alasan saya memilih kampus-kampus tersebut adalah karena hanya di kampus-kampus itulah saya mendapat jadwal kuliah. Kita mulai dari tidak sukanya saya terhadap kampus-kampus tersebut:

Pertama, kita membahas tentang kampus J1 yang terletak di Kalimalang. Pertama saya masuk Universitas ini yang saya tidak sukai adalah peraturan saat PPSPPT. Salah satu peraturan yang saya sangat benci adalah harus mencukur rambut sampai botak. Kenapa peraturan itu harus ada, seharusnya peraturan itu diganti dengan mencukur rambut sampai pendek saja dan jangan sampai botak.

Selanjutnya yang saya tidak sukai adalah lahan parkir yang kurang luas, sehingga jika mahasiswa datang kekampus dan ternyata lahan parkir kampus sudah penuh, mau tidak mau kita harus parkir disebelah. Akibatnya jika kita parkir disebelah, selain kita harus bayar, kita juga jadi semakin jauh perjalanan menuju kampus. Ditambah lagi jika sedang telat, mau tidak mau kita harus tergesa-gesa menuju kelas.

Setelah peraturan saat PPSPPT dan lahan parkir yang saya tidak suka, ada satu hal lagi yang saya tidak suka di kampus J1 yaitu koneksi internet atau wifi. Wifi dikampus J1 hampir sama sekali tidak bisa dipakai atau tidak bisa connect. Walaupun terkadang bisa connect, itupun hanya mendapat jaringan dan kecepatan yang kecil, akibatnya proses jadi lama dan lebih memilih untuk tidak memakainya dari pada lama dan mengesalkan hati.

Selanjutnya saya menuju kampus J4 yang terletak di Kemang Pratama, saat pertama kali melihat kampus ini saya bingung, ini kampus atau apa. Saya bingung karena menurut pikiran saya, kampus itu identik dengan besar dan berbentuk kampus seperti pada umumnya. Yang saya tidak suka dari kampus ini adalah tidak adanya logo gunadarma yang menandakan bahwa ini kampus gunadarma. Selanjutnya adalah lampu yang sering mati sendiri, sehingga mengganggu proses belajar mengajar. Ditambah lagi dengan tempat untuk wudhu yang kurang diperhatikan kenyamanannya.

Setelah kita membahas J4, kali ini kita membahas kampus J3 yang terletak di Kalimas. Faktor utama saya tidak suka dengan J3 adalah jauhnya jarak antara kampus dengan rumah saya. Selain itu yang tidak saya sukai adalah toiletnya, toilet di J3 banyak yang tidak mempunyai kunci dan juga aromanya sangat tidak sedap. Dan juga mushollanya, mushollanya kurang di perhatikan kenyamanannya sehingga mahasiswa yang sholat jadi kurang khusu sholatnya akibat aroma-aroma yang tidak sedap dan kerapihannya yang tidak dijaga.

Dan yang terakhir adalah kampus J5, kampus ini terletak di cakung, Jakarta Timur. Kampus ini adalah kampus yang paling dekat dengan rumah saya. Tetapi walaupun dekat dengan rumah saya, saya tidak pernah mendapatkan jadwal kuliah tetap di kampus ini, sangat mengesalkan. Yang saya tidak suka dengan kampus ini adalah, letaknya berada persis disamping tempat penimbunan sampah, jadi ketika kita mau masuk kampus, pasti selalu tercium bau-bau tak sedap yang menusuk hidung.

Itu adalah segelintir ketidaksukaan saya terhadap Universitas Gunadarma, semoga ditahun-tahun mendatang ketidak sukaan saya itu dapat teratasi dengan ditingkatkannya kualitas dan fasilitas Universitas Gunadarma.

Selanjutnya, adalah kebalikan dari ketidaksukaan yaitu kesukaan. Kesukaan saya yang paling utama terhadap terhadap Universitas Gunadarma adalah Universitas ini termasuk Universitas swasta terbaik di Indonesia.  Sama dengan penjelasan saya mengenai ketidaksukaan saya, kesukaan saya juga dimulai dari kampus J1, J4, J3, dan J5.

Kampus J1, kesukaan pertama saya mengenai kampus ini dimulai dari bentuk kampusnya yang besar dan keren menurut saya. Jika saya masuk kampus ini, saya merasa benar-benar ada dikampus dibandingkan dengan kampus-kampus Universitas Gunadarma yang lain yang terletak di Kota Bekasi. Selain itu, tempat makan di wilayah kampus ini juga banyak pilihan tempat makannya.
Kedua adalah kampus J4, yang saya suka dengan kampus ini adalah koneksi internetnya yang lumayan cepat, sehingga dengan koneksi yang cepat itu dapat meningkatkan kehadiran mahasiswa untuk datang kekampus. ACnya yang cukup dingin, membuat mahasiswa nyaman belajarnya dan menjadi focus karena jika ruangannya panas, pasti pikiran dan tubuh tidak saling berhubungan yang mengakibatkan pecahnya konsentrasi dan tidak masuknya pelajaran yang diajarkan oleh dosen.
Ketiga adalah kampus J3, kampus ini saya sukai karena di tiap toiletnya terdapat cermin yang lumayan besar. Sehingga mahasiswa dapat merapikan dirinya dan semakin menciptakan kepercayaan diri kepada mahasiswa dan mahasiswi Universitas Gunadarma. Selain itu di luar ruangan kampus ini juga terasa dingin, itu juga merupakan factor yang baik untuk kemajuan kampus UG ini.

Yang terakhir adalah kampus J5, saya suka dengan kampus J5  karena kampus ini merupakan kampus baru dan masih bagus fasilitasnya, kampus ini letaknya juga dekat dengan rumah saya, factor yang paling saya sukai dari kampus ini adalah wifinya yang sangat cepat. Dan tempat yang saya sukai dari kampus ini adalah Mushollanya. Musholla kampus J5 ini bagus dan rapi. Saya berharap untuk semester yang akan datang saya mendapat jadwal di kampus ini..

Semoga hal-hal kesukaan saya terhadap Universitas Gunadarma ini dapat dirasakan juga oleh adik-adik kelas nanti yang memasuki Universitas Gunadarma. Dan ketidaksukaan saya terhadap UG dapat teratasi sehingga adik-adik kelas nanti yang memasuki Universitas Gunadarma tidak merasakan jeleknya hal-hal yang ada di UG waktu zaman saya.
Sekian dulu tulisan saya mengenai suka dan tidaknya mengenai Universitas Gunadarma, kurang lebihnya saya mohon maaf.

Billahitaufiq wal hidayah.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Jumat, 21 Maret 2014

Tulisan 3,Bahasa Indonesia 2.

TULISAN 3, BAHASA INDONESIA 2.

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Pada tulisan saya yang ketiga ini, saya akan membahas tentang dunia fitness yang tidak lain tidak bukan 
merupakan salah satu hobi saya.

       Pertama kali saya menyukai dunia fitness itu dimulai dari saya duduk dikelas dua smk. Alasan saya menyukai fitness adalah karena saya menginginkan tubuh yang kekar dan berotot dan juga untuk pertahanan diri, karena kalau orang berotot itu pasti kuat. Pada saat itu saya tidak langsung ikut fitness di tempat fitness, melainkan saya hanya latihan latihan kecil dirumah seperti puss up, sit up, pull up, dan angkat-angkat beban seadanya. Karena pada saat itu saya hanya ingin mempunyai tubuh yang berotot tetapi belum mengenal seluk beluk dunia fitness. Jadi pada waktu itu saya hanya latihan-latihan seperti yang saya jelaskan diatas tadi. Pada saat saya naik ke kelas tiga smk, saya masih meneruskan niat saya yang ingin mempunyai tubuh berotot, teteapi pada saat itu latihan saya masih jarang-jarang dan belum intensif. Menjelang akhir kelas tiga smk saya menemukan teman yang sehobi dengan saya, saya bertukar informasi mengenai dunia fitness dengan dia dan saya diberikan dumbell ukuran 4kg oleh dia. Mulai saat itu saya memulai mencari informasi tentang dunia fitness lebih dalam. Dan pada saat awal-awal memasuki perkuliahan saya mendaftarkan diri ke salah satu tempat fitness yang berada di daerah saya, masih dibilang dekat dengan rumah saya. Nama tempat fitness itu adalah “Mr. Body Gym”, tempat itu dimiliki oleh bang Rizal, beliau yang mengajarkan gerakan-gerakan fitness disitu atau bisa dibilang beliau adalah pemilik dan instrukturnya. Beliau sudah kompeten dibidangnya, terbukti dengan piala-piala dan penghargaan yang sudah beliau raih. Dan juga beliau pernah mendapatkan gelar 5 besar L-Men Of The Year, salah satu ajang pencarian cowo berotot, pintar, dll.
       Tidak hanya bang Rizal yang menjadi instruktur disana, disana juga ada indra yang masih saudara dengan bang Rizal, dia juga menjadi instruktur disana. Saya sudah hampir 3 tahun ikut fitness disana dan perubahan tubuh saya cukup terlihat. Setelah kurang lebih enam bulan saya fitness, saya sudah hapal gerakan-gerakan yang diajarkan. Gerakan-gerakan fitness yang diajarkan itu terbagi dalam 3 bagian. Maksudnya setiap hari atau perhari hanya melakukan satu bagian otot. Misalkan hari pertama otot sayap, hari kedua otot dada, dan hari ketiga otot bahu. Begitu seterusnya gerakan-gerakan tersebut diulang ulang. Waktu itu saya hanya istirahat 2 kali dalam seminggu, biasanya saya istirahat tiap hari kamis dan minggu. Saya biasaya dating ketempat fitness tiap habis isya, kenapa saya melakukan fitness malam-malam ?, karena malam hari itu menurut penelitian, hormone tubuh manusia lebih banyak keluar pada malam hari. Sedangkan untuk otot tangan depan atau bisep, saya latih berbarengan dengan otot sayap atau bahu. Sedangkan otot tangan bagian belakang atau trisep saya latih berbarengan dengan otot dada. Kuncinya adalah untuk memperoleh tubuh yang kekar beotot itu ada tiga, saya kutip dari kata-kata mas ade rai yang merupakan binaragawan pro Indonesia. Pertama adalah latihan, pola makan teratur dan istirahat. Jika ketiga itu dilakukan secara terus menerus dan konsisten, maka kita akan memperoleh hasil yang maksimal dan yang kita harapkan.

Sekian tulisan ketiga saya mengenai dunia fitness, kurang lebihnya saya mohon maaf. Salam barbell

Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.


Tulisan 2, Bahasa Indonesia 2

TULISAN 2, BAHASA INDONESIA 2.

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Pada kesempatan kali ini, saya akan menulis tulisan yang kedua dengan bahasan waktu semasa SMK dan Kuliah.
       Pada tulisan sebelumnya yang membahas tentang diri saya, masa SD, dan Mts. Kali ini saya akan meneruskan tulisan yang kemarin, setelah selesai MTs saya melanjutkan sekolah ke SMK Dinamika Pembangunan 1 Jakarta pimpinan KH. Ahmad Sodri. Sebelum memasuki sekolah tersebut, saya terlebih dahulu mendaftar dan ingin masuk sekolah budi utomo 4 yang terletak di Jakarta Utara. Tetapi saya gagal memasuki sekolah tersebut dan hanya mendapatkan jurusan teknik bangunan dikarenakan persaingan yang sangat ketat dan nama saya terus bergeser kearah bawah. Padahal jurusan yang saya inginkan adalah teknik audio video. Akhirnya tanpa pikir panjang saya langsung ingin masuk sekolah Dinamika Pembangunan yang pertama kali saya kenal sekolah tersebut melalui ibu saya. Setelah masuk di sekolah Dinamika Pembangunan , jurusan yang saya pilih adalah teknik audio video. Berbeda dari sekolah yang saya masuki sebelumnya, sekolah ini begitu ketat peraturannya dan begitu disiplin. Mulai dari pakaian yang tidak boleh dirubah-rubah atau digaya-gayakan, rambut yang harus pendek seperti tentara, datang tepat waktu, kebersihan yang harus dijaga benar-benar, sampai kuku yang tidak boleh panjang. Selain itu bagi yang membawa kendaraan bermotor juga tidak boleh memakai ban yang sangat kecil dan tidak boleh memakai knalpot yang berisik. Jika itu dilanggar, akan di copot pentil ban tersebut dan dihukum sebagai mana yang diatur. Semasa sekolah di dinamika pembangunan, setiap naik kelas teman-teman saya diacak lagi dan ada yang masuk pagi, ada juga yang masuk siang. Setelah naik kelas dua, saya PKL atau praktek kerja lapangan di PT. Mesindo yang terletak di Jakarta timur yang hanya 200 meter dari rumah saya. Saya PKL disitu sampai 3 bulan lamanya. Setelah saya kelas 3, saya masuk kelas unggulan karena saya mendapat ranking 1 pada kelas 2. Itu merupakan hal terindah selama saya sekolah, karena untuk pertama kalinya saya mendapatkan ranking 1 selama sekolah.
       Setelah lulus SMK, saya melanjutkan menuntut ilmu ke perguruan tinggi. Perguruan tinggi pertama yang saya inginkan adalah PNJ atau Politeknik Negri Jakarta atau politekniknya UI. Sama halnya dengan waktu saya mendaftar di Budi Utomo 4, saya gagal lagi memasuki perguruan tinggi tersebut. Akhirnya saya langsung mencari universitas swasta terbaik yaitu Universitas gunadarma. Saya memilih jurusan sistem komputer tadinya sebelum memilih sistem informasi. Tetapi karena tidak bisa lagi menganbil jurusan tersebut akhirnya saya memilih sistem informasi. Saat saat yang saya kecewakan semasa kuliah adalah saat semester 3. Karena saya jarang sekali masuk dan akhirnya berakibat pada nilai saya. Nilai saya begitu mengerikan ketika dilihat, sampai-sampai menyakitkan mata dan hati juga memusingkan kepala. Setalah lewat semester 3, saya optimis serius kuliah karena saya baru menyadari kalau syarat kelulusan itu tidaklah mudah. Jalan satu-satunya agar mengembalikan nilai saya supaya kembali enak dilihat adalah dengan berdoa dan UM atau ujian mandiri. Saat kuliah digunadarma tidaklah lepas dari yang namanya gadis-gadis. Gadis yang menjatuhkan hati saya semasa kuliah ada 5, tetapi tidak ada satupun yang saya dapatkan. Tetapi saya tidak ambil pusing, dan saya tidak memikirkan mengenai gadi-gadis lagi sekarang. Sekarang yang saya pikirkan adalah fokus selesai kuliah tepat waktu, memperoleh skill dan ijazah yang nantinya digunakan untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan keinginan. Setelah memperoleh pekerjaan yang diinginkan, tentu juga gaji yang diharapkan. Barulah saya memikirkan gadis-gadis perawan yang berkualitas untuk dijadikan seorang istri.

Sekian dulu tulisan mengenai waktu saya SMK dan Kuliah.


Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Tulisan 1, Bahasa Indonesia 2

TULISAN 1, BAHASA INDONESIA 2.

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Pada tulisan pertama saya ini saya akan membahas tentang waktu SD dan MTs di Al-qudwah Al-Muqoddasah.

       Nama saya Hilmy Aziz, saya lahir di Jakarta, 17 mei 1994. Orang tua saya keduanya orang asli Jakarta juga, ayah saya bernama H. Bustomi dan ibu saya Hj. Masudah. Saya tinggal di Kecamatan Cakung kelurahan Cakung Timur Jakarta Timur. Saya adalah anak kedua dari tiga bersaudara, kakak saya bernama Muhammad Yusi Kamali dan adik saya bernama Miftah A’unillah. Saya lahir ketika kakak saya berumur empat tahun, dan adik saya lahir ketika saya berumur 10 tahun. Saya tinggal di kayu tingi dekat perbatasan antara Jakarta timur dan Jakarta utara, saya mulai Sekolah Dasar ketika saya berumur 5 tahun, waktu itu saya ikut TK hanya satu minggu karena menurut saya waktu itu lebih enak masuk Sekolah Dasar dibanding masuk TK. Saya memulai sekolah dasar di SDI Al-Qudwah Al-Muqoddasah, pimpinan KH. Ahmad Fauzi .HM, beliau adalah kakak kandung ayah saya. sekolah itu dekat dengan rumah saya, hanya berjarak kurang lebih 1KM. Saat sekolah dasar, saya selalu usil dengan teman-teman, terlebih lagi teman perempuan, entah kenapa setelah saya sekarang ini yang sudah duduk di bangku kuliah baru menyadari kenapa saya melakukan itu kepada mereka. Saya merasa sangat bersalah dan tidak enak hati, apalagi ketika mengingat saya mengusili anak perempuan dan anak perempuan itu melapor kepada guru dan guru itu memanggil orang tua saya. Guru yang paling berkesan waktu saya SD adalah guru kelas 5 dan 6. Beliau adalah Ida Faiqoh.SE. ketika waktu ujian nasional tiba saya sangat ingat waktu itu ujian nasional tingakat SD masih menggunakan metode silang untuk jawaban yang benar. Ketika ujian selesai sekolah kami mengadakan tour ke puncak dan menginap di villa satu hari satu malam, saat itu adalah saat-saat yang tak terlupakan karena kita seperti keluarga dan bukan seperti hubungan pertemanan saja dan bukan seperti antara guru dan murid saja.
       Setelah tamat sekolah dasar, saya melanjutkan sekolah di MTs Al-Qudwah Al-Muqoddasah juga, masih satu yayasan dengan sekolah dasar saya waktu itu. Di yayasan yang saya masuki itu ada TK, SDI, MTs, SMA Islam, dan Pondok Pesantren. Ketika mengingat masa-masa MTs, yang tidak saya habis pikir adalah gaya rambut saya, hahaha. Ketika melihat foto atau mengenang masa MTs, gaya rambut saya bisa dibilang alay kalau memakai bahasa sekarang. Waktu MTs saya juga sangat pendek, hampir tidak ada perubahan saat saya SD dan ketika sudah MTs. Saya juga sering dibilang cebol oleh teman-teman. Saat masih di Madrasah Tsanawiyah saya hanya jajan Rp. 5000 naik Rp. 3000 dari uang jajan saya waktu Sekolah Dasar. Saya dekat hampir dengan semua anak waktu MTs, kenapa saya dekat dengan semua anak ?, karena siswa di kelas saya bisa dibilang tidak terlalu banyak/sedikit, hahaha. Guru yang berkenang waktu saya MTs adalah Bapak Drs. Mukhlis atau biasa saya sebut pa Mumu, beliau adalah guru bahasa inggris yang sangat baik dan enak mengajarnya. Ada juga pa Adi, beliau adalah guru bahasa arab. Saya sedih ketika mengingat waktu-waktu belajar di MTs, karena menurut saya waktu MTs itu adalah waktu yang paling saya sukai dan sangat terkenang dihati.

Sekian dulu tulisan mengenai waktu SD dan MTs saya di Al-Qudwah Al-Muqoddasah.


Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Senin, 28 Oktober 2013

Korelasi antara Bahasa Indonesia dengan Sistem Informasi

Hubungannya antara bahasa, atau bahasa Indonesia  denga sistem informasi bisa dilihat dari pengertian masing-masing  bahasan terlebih dahulu.
Pertama, apa si bahasa itu. Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bahasa haruslah merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bukannya sembarang bunyi. Dan bunyi itu sendiri haruslah merupakan simbol atau perlambang.
Sedangkan arti dari bahasa Indonesia adalah, bahasa Melayu yang dijadikan sebagai bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dan bahasa Indonesia mempunyai fungsi sebagai berikut :

-          Sebagai alat komunikasi
-         Sebagai alat untuk mengekspresikan diri
-         Sebagai alat integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu
-         Sebagai alat untuk melakukan control sosial

Kedua, apa si sistem informasi itu. Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
kita ambil sedikit saja arti atau pengertian dari system informasi dan bahasa Indonesia itu untuk lebih mempersingkat dan memperjelas hubungan antara kedua bahasan itu.
hubungannya.
Dari pengertian system informasi, terdapat bunyi kebutuhan pengolahan transaksi harian dan laporan-laporan. Untuk kegiatan bertransaksi, pasti menggunakan bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi atau alat untuk membuat laporan-laporan. Tanpa adanya bahasa bagaimana kita bisa melakukan hal-hal tersebut.

Jumat, 26 April 2013

Produksi Optimal


NAMA     :  HILMI AZIZ
NPM       :   13111391
KELAS    :   2KA35


Produksi adalah segala sesuatu yang secara langsung maupun tidak langsung ditunjukkan untuk menghasilkan barang dan jasa atau mempertinggi faedah barang guna memenuhi kebutuhan manusia. Produksi juga dimaksudkan untuk menghasilkan barang-barang konsumsi, yaitu barang-barang yang segera dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia atau konsumsi.

Untuk menjamin kegiatan produksi, diperlukan alat-alat yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang/jasa yang disebut factor produksi atau sumber daya ekonomi. Sumber daya ekonomi meliputi :

  1. factor produksi alam
  2. factor produksi tenaga kerja manusia
  3. factor produksi modal
  4. factor produksi kewirausahaan
Produksi optimal dikaitkan dengan penggunaan factor produksi untuk memproduksi output tertentu, posisi optimal ini dicapai dimana tidak dimungkinkan untuk meningkatkan output tanpa mengurangi produksioutput yang lain.

Tingkat Produksi Optimal

Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantitiy (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan (Yamit, 2002). Metode EPQ dapatdicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimum. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biayapersediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.

Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan.Metode EPQ menggunakan asumsi sbb :

  1. barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
  2. selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan.
  3. Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama pemenuhan.
Penentuan Volume Produksi yang Optimal

Menurut Riyanto (2001), penentuan jumlah produk optimal hanya memperhatikan biaya variable saja. Biaya variable dalam persediaan pada prinsipnya dapat digolongkan sbb :

  1. Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan frekuensi jumlah persiapan proses produksi yang disebut biaya persiapan produksi (set-up cost).
  2. Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan besarnya persediaan rata-rata yang disebut biaya penyimpanan (holding cost).
Biaya penyimpanan terdiri atas biaya yang-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan. Biaya penyimpanan per periode akan semakin besar apabila rata-rata persediaan semakin tinggi.Biaya yang termasuk sebagai biaya penyimpanan diantaranya :

  1. Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan (termasuk penerangan, pemanas atau pendingin)
  2. Biaya modal (opportunity cost of capital)
  3. Biaya keusangan
  4. Biaya perhitungan fisik dan konsiliasi laporan
  5. Biaya asuransi persediaan
  6. Biaya pajak persediaan
  7. Biaya pencurian, pengrusakan atau perampokan
  8. Biaya penanganan persediaan, dan sebagainya.










Sumber :  http://ferybisnissukaku.blogspot.com/2010/05/produksi-optimal.html
http://chandrapamungkas.wordpress.com/2011/04/05/produsen-dan-fungsi-produksi-produksi-optimal-dan-least-cost-combination/